Sabtu, 30 Juni 2018

CerBung1#3


Acara telah selesai. Aku tidak bisa ikut acara meet up untuk minta tanda tangan karena tiba-tiba mama aku telepon suruh aku cepetan pulang karena kucing aku kelaparan. Sepele banget nggak sih?. Emang nggak ada yang lain apa yang bisa kasih makan kucing?. Seingatku mama pernah kasih makan. Jadinya dengan sedikit sebal, aku pulang kerumah dengan langkah super malas. Sebaliknya Anya terlihat dua kali lebih ceria waktu aku memutuskan untuk pulang. Aku curiga jangan-jangan Anya dalang dibalik semua ini. Menyuruh mama telepon aku, minta aku pulang karena alasan tertentu. Hush nggak boleh su’udzon, batinku
Sampai dirumah, dan setelah ngasih makan kucing kesayanganku, aku memikirkan cowok sialan tadi yang ternyata manajernya Jen Lohcin yang baru. Aku benar-benar nggak percaya sama hal itu. Aku nggak bisa berhenti membatin, “ Jadi cowok tadi itu manajernya Jen Lohcin. Gila, kalau aku sudah tahu sebelumnya, aku nggak bakalan kasar sama dia. Walaupun misalnya dia yang menabrak aku sampai aku kelempar ke kutub utara, pasti bakal aku maafin. Secara, itu bisa jadi jalan aku buat bisa meet up sama idola aku yang ada dalam manajemennya. “
“Nya, gue bener-bener nggak nyangka, sumpah!,” seruku. Anya masih menemaniku di kamar.
“yang bener aja, ternyata cowok sialan tadi manajernya idola gue… harusnya gue bisa manfaatin dia buat bisa ketemuan, kalau gue sedikit bersikap lebih baik tadi,” sambungku menyesal.
“ udah,.. lo nggak usah nyesel kayak gitu. Udah kayak orang nyesel nggak masuk surga tau nggak lo!,” kata Anya tak peduli.
“ ye elo..lo nggak ngertiin banget sih perasaan gue?,”
“ Ata, harusnya lo tuh sadar, dia itu sama-sama manusia kayak kita. Bukan malaikat. Lo nggak usah ngefans segitunya. Cukup kagum sewajarnya,” kata Anya malah menceramahi ku
“ Eh, lo nggak pernah punya idola apa?,” tanyaku kesal.
“ bukan itu masalahnya Ata, kalo yang lo idolain itu Nabi Muhammad gitu, gue pasti dukung sepenuhnya, tapi yang lo idolain itu orang yang beda agama sama elo. Bahkan dia nggak berjasa apa-apa sama elo,”
“ hah? Kok lo malah kayak nyaranin gue buat ngidolain Nabi Muhammad sih?Lo kuno banget!. Dimana-mana yang jadi idola tu ya yang kayak Jen Lohcin gitu. Atau boyband. Gue nggak ngerti jalan pikiran lo.” Kataku tak mengerti dengan ucapan Anya.
“Ata, gue ngerti lo ngefans banget sama Jen Lohcin. Gue peduli sama apa yang lo suka. Buktinya gue yang kasih tau lo soal acara roadshow hari ini. Tapi gue nggak bisa terus bantu lo mendapatkan apa yang lo idolain. Karena faktanya yang lo idolain itu beda agama sama kita. Dia itu non muslim Ta..,” kata Anya menjelaskan.
“ya apa masalahnya sih, kalo dia non muslim?,”
“ Ata lo harus tau, nggak seharusnya kita yang muslim gini mengidolakan orang kafir, alias non muslim. Gue pernah dikasih tau sama kakak kelas, kalau kita nanti diakhirat bakal bersama dengan orang yang kita idolakan,”
“ Eh ya bagus tu.. gue bakal bisa bareng idola gue.,” seruku senang.
“ Lo gimana sih ta?. Lo lupa kalo semua orang yang matinya non muslim gak bakalan di ampuni sama Allah? Lo lupa kalo semua non muslim bakalan masuk neraka?, lo mau bareng sama Jen Lohcin di neraka waktu di akhirat nanti?,”
“ what? Maksud lo apa sih? It’s just an Idol you know?,”
“ Of course because it just an Idol, I told you. Lo nggak mau kan masuk neraka Cuma gara-gara lo ngidolain orang yang salah?,”
Aku menelan ludah. Ini hanya masalah Idola bisa sampe menentukan akhir hidup aku?

Kamis, 28 Juni 2018

SHARING ASIK 2



HAI SOBAT IZONE…
Udah lama nih, aku nggak posting apa-apa di blog baru ini. Setelah kosong karena berita duka beberapa hari lalu.Sseorang tokoh pejuang khilafah mantan rocker, ust. Hari Mukti telah dipanggil oleh-Nya. Semoga kita bisa meneruskan perjuangannya dengan baik.
Nah aku sekarang mau posting sesuatu lagi.
Aku mau bahas tentang bully di medsos atau persekusi ataupun hatespeech, ya pokoknya yang begitulah maknanya.
Sekarang ini banyak sekali terjadi persekusi di medsos. Netizen-netizen semakin liar dalam mengungkapkan kebenciannya kepada seseorang melalui akun medsosnya.  Semakin kasar bahasanya dan semakin menyakitkan untuk diterima. Aku pernah baca hatespeechnya haters orang aku follow di instagram. Itu benar-benar kasar dan menyakitkan untuk dibaca. Padahal aku bukan targetnya langsung.
Mungkin ada dari kalian yang baca ini pernah mengalaminya atau bahkan sering. Responnya pasti beda-beda juga. Tergantung emosi masing-masing. Ada yang easy going, ada juga yang gampang darting. Ada yang kreatif dalam menghadapinya ada juga yang malah down dan menutup diri.  Tapi kalian harus tahu kalau kita itu memang bebas dalam menyuarakan apapun. Selama itu baik tentunya. Jangan takut untuk terus bertahan dan coba untuk merespon dengan baik. Atau kalau mau yang lebih sensasional, kalian harus berusaha gimana caranya haters kalian itu berrbalik menjadi fans nomer satu kalian. Bukan nggak mungkin kan?!
Dunia yang kita jalani ini ada  dua segi. Maya dan nyata. Pasti kalian punya akun medsos dan pasti pernah bersosialisasi melalui dunia maya. Jaman sekarang aktivitas remaja lebih banyak di dunia maya. Terbukti karena tidak pernah lepas dari gadjet masing masing. Nah, sebelum kita menjalani sesuatu kita harus tahu resiko dan tujuannya. Kalian pasti punya tujuan pribadi masing-masing ketika aktif di medsos. Baik itu tujuan remeh maupun tujuan penting. Ada yang berselancar di medsos dengan tujuan bisnis, dakwah, berbagi ilmu, berbagi pengalaman, mencari kenalan baru, mencari popularitas, atau masih banyak lagi tujuan lainnya.
Selain tujuan, kita juga harus tahu resikonya. Kalian tahu  yang bersuara di dunia social media pasti banyak kan. Coba lihat follower kamu, teman-teman kamu. Banyak kan..?!. beda orang pasti beda isi kepalanya. Disamping ada yang suka sama kalian, pasti ada yang membenci. Itu sudah takdir alam, bahwa semua hal pasti ada kebalikannya. Kalian harus siap memiliki haters yang pedas kritikannya, ketika kalian memutuskan untuk menjadi public figure yang menyuarakan sasuatu. Karena memang itulah resikonya. Setiap orang disini beabas menyuarakan isi otaknya. Dan sangat nggak mungkin isi semua orang itu sama, semua mendukung kalian dan setuju sama kalian
Persoalan bully di medsos itu sebenarnya sederhana menurut aku. Sama kayak dunia nyata, diantara banyak orang yang kamu kenal, pasti ada yang nggak suka sama kamu kan. Nggak ada yang nggak punya musuh didunia ini. Rosulullah aja yang baik hatinya super tinggi punya musuh, apalagi kita yang masih sering seenaknya bersikap kepada orang lain. So, santai aja kalau punya haters. Tanggapi dengan baik. Ingat! Jangan pernah sengaja untuk mencari musuh. Jadi kalau punya musuh sikapin dengan baik dan berusahalah agar mereka berbalik mendukung kamu.
Yang menjadi masalah adalah ketika bully ini disertai pencemaran nama baik berupa membuka aib. Apalagi kalau disertai fitnah. Itu masalah besar!. Haters yang seperti itu layak mendapatakan suatu hukuman. Semua orang memang bebas untuk membenci siapapun, tapi tidak boleh mencemarkan siapapun dangan membuka aibnya. Terlebih kalau itu fitnah.
Jaman sekarang orang-orang suka seenaknya dalam  berkata-kata. Perkataan-perkataan jahat mudah sekali disampaikan untuk mengungkapkan kebencian. Tak hanya kata-kata kasar, tapi juga gossip-gosip yang berisi fitnah mudah mereka sebarkan untuk menjatuhkan seseorang yang benci. Ini yang meresahkan!. Harusnya semua orang itu bisa bersikap professional dalam masalah pandangan pribadi. Kebencian tidak boleh diungkapkan berlebihan yang menimbulkan masalah yang fatal.
Ingatlah hukum alam, bahwa segala sesuatu berlaku kebalikan dan apa yang terjadi bisa berbalik. Kalau kita membenci seseorang dengan melakukan sikap yang salah dan cenderung mencemarkan nama orang yang kita benci, bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita mendapakan hal yang sama atau mendapatkan balasannya. Jadi jangan sembarangan bersikap walau itu hanya di dunia maya.

Sabtu, 23 Juni 2018

CerBung 1#2



Hari H yang kunantikan
Road show film Boneka Berpistol di Surabaya.

Pukul 09.00
Aku sudah ada di lokasi roadshow. Anya sibuk menatap layar HPnya tidak peduli denganku yang udah nggak sabar menunggu kedatangan idola kesayangan. Disini sudah ramai. Berkali kali aku kesenggol orang-orang yang lewat disampingku karena tempat sudah sempit banget.
Ngomong-ngomong orangtuaku nggak tau kalau aku ikutan acara seperti ini. Aku tepaksa sedikit mengibul kalau aku sekarang pergi ke perpustakaan kota sama Anya. Kalau nggak seperti ini, mana bisa aku bertemu sama idola kesayanganku? Yang ada malah aku diceramahin habis-habisan sama mereka terus dikurung dirumah sampai acara roadshownya habis. Bisa mati kecewa aku nanti.
Tak lebih dari sepuluh menit kemudian, yang ditunggu pun datang. Rombongan roadshow film Boneka Berpistol turun dari mobil lalu seorang pembawa acara menaiki panggung. Aku bisa melihat Jen Lihcon berdiri disamping panggung bersama 2 aktor lain.
“Anya!! Akhirnya gue bisa liat Jen Lihcon secara langsung…!!,”seruku riang sambil menarik-narik lengan Anya.
“Ih lo norak,” sahut Anya tak peduli.
“Norak apaan?! Gue lagi seneng banget nih,” balasku nggak terima dibilang norak. Yang beginian mah masih biasa aja.
“Abis acara ini selesai lo temenin gue ketemu langsung sama dia ya..,”pintaku sembari mengedipkan mata.
“ Ah nggak mau gua…!”, tolak Anya mentah-mentah
“ kok nggak mau sih?! Ayolah demi sahabat lo..,” pintaku sekali lagi
“ nggak mau gua,.. pasti nanti itu desak-desakkan, lo nggak pernah denger sering ada berita orang mati gara-gara berdesakan?,”
“ yah itu seringnya kan di acara bagi sembako,”
“ lo gimana sih.. ya sama aja tau, apa bedanya? sama-sama desak-desakan. Dikira fansnya Jen Lihcon tu Cuma lo doang?! Bejibun begini,”kata Anya masih menolak
“pliss gong Nya..,sekali-kali,” pintaku lagi
“ Enggak… lo nggak usah ngarepin bisa ketemu langsung. Lo harusnya bersyukur udah bisa ikut acara beginian,”
“ya tapikan ini ada kesempatan lebih..,”
Tiba-tiba ada yang menabrak Anya dari belakang. Keras banget sampai Anya jatuh tersungkur.
“Eh lo ati-ati dong, pake tuh mata!,” seruku marah kepada cowok yang udah berani banget bikin jatuh sahabatku. Aku nggak peduli kalau pun cowok itu nggak sengaja. Aku membantu Anya berdiri.
“ dasar lo! Buta apa?!,” bentakku masih emosi pada cowok itu.
Anya menepuk-nepuk celananya yang kotor.
“Sori gua nggak sengaja,” kata cowok itu
“Sori-sori doang… lo pikir sori bisa nebus kesalahan gitu aja?!,”
“ sori banget gua buru-buru, gua duluan ya…gua minta maaf,” kata cowok itu kali ini kepada Anya. Sebelum Anya mengangguk mengiyakan dan cowok sialan itu kabur kutarik bahu cowok itu.
“ enak aja lo main kabur,”seruku
“udahlah Ta..biarin aja..,” kata Anya menengahi
“ nggak bisa! lo harus tebus kesalahan lo..Anya lo kan bisa hajar dia sedikit. Udah lama kan lo nggak main hajar..,”kataku.
Waktu SMP Anya terkenal tomboy banget. Awal aku deket sama Anya itu karena Anya nyelamatin aku dari kakak kelas yang palakin duit aku. Tapi sekarang (SMA) di bilang mau berubah dan nggak mau hobi hajar orang lagi.
“kan gua udah nggak lagi Ta..,”
“oh kalo gitu gua aja,” kataku semari mengepalkan tangan. Bersiap memukul cowok itu.
“sori jangan sekarang ya..pliss gue ada hal penting..,” cowok itu merogoh saku celananya mengambil sebuah notes kecil. Lalu menuliskan sesuatu.
“ Nih lo bisa telepon gue nanti… gue gak bisa sekarang nebusnya..daah,”cowok itu pergi setelah menyerahkan kertas itu kepadaku.
Ih cowok aneh…!
“hmm..seru nih..gue dapet korban suka rela,”kataku senang sembari menyimpan kertas berisi nomer telepon.
“lo gampang banget diboongin,” kata Anya
“diboongin apa?,” tanyaku nggak ngerti
“ eh lo mikir nggak sih? Bisa aja cowok itu ngasih nomer palsu tau nggak,” jelas Anya
“ Eh bener juga lo..duh gue oon banget sih..,”
“tuh lo tau,”
“Abis dia meyakinkan banget,”
“coba lo telepon sekarang..! kita cari tau dia bohong ato nggak,”
“ oke,”
aku menyalakan HP lalu menekan nomer telepon dikertas . tak lama terdengar nada sambung. Dan sedetik kemudian panggilan terhubung. Aku menyalakan load speaker.
“halo,” terdengar suara dari seberang
“halo, benar ini dengan…,”ucapanku terhenti. Aku menepuk dahi teringat sesuatu. Aku kan nggak tau nama cowok itu. Siaal..!!
“ Eh Anya lo gimana sih.. kita kan nggak tau cowok tu siapa namanya?,”kataku bingung.
“Ah gitu aja lo bingung Ta..,” Anya merebut HP ku dan menggantikanku berbicara.
“Halo, ini gue yang lo tabrak tadi..,”
“gua kan bilang jangan sekarang.. gua nggak bisa,”
“ enggak sekarang emang…gue Cuma mau mastiin lo gak bohong soal nomer lo. Dan awas kalo lo sengaja ganti nomer setelah ini!,” ancam Anya.
“ tenang aja gue nggak bohong kok…gue pasti tebus kesalahan gue..heran gua temen lo nggak pemaaf banget sih,”
“ Eh! Kalo semua orang pemaaf nggak bakal ada orang yang di penjara tau,” kali ini aku yang menyahut dengan keras.
“ iyee..terserah lo deh..udah yaa gue ada urusan..,”
“ sok sibuk banget lu!!,” teriakku. Lalu telepon di tutup sama cowok itu. Aku pun berdecak kesal.
“udahlah..ntar lo juga bisa bales dia,” kata Anya.
Bener juga! Batinku.
Aku pun berbalik menghadap panggung. Acara udah dimulai. Aku ketinggalan beberapa sambutan. Tapi nggak masalah, kan yang ku tunggu cuma bagiannya jen Lohcin.
Lima belas menit kemudian pembawa acara memanggil actor kesayanganku. Jen Lohcin.

“ Nah sekarang yang paling ditunggu-tunggu, ini dia tokoh utama sekaligus sutradara film Boneka Berpistol, JEN LOHCIN…!!!,” suara pembawa acara tersebut kemudian teredam teriakan histeris dari peserta. Termasuk aku.
Jen Lohcin menaiki panggung dengan seorang cowok dibelakangnya. Teriakan penonton semakin histeris. Cowok itu pasti manajernya, pikirku. Tapi kok bukan yang biasanya? batinku. Aku tahu siapa manajer Jen Lohcin. Secara aku stalker banget sama apa yang aku idolakan. Tapi cowok manajer itu kelihatannya lain dari yang selama ini aku tahu. Aku pun berusaha mengamati lebih seksama. Sial nya posisiku lumayan jauh dari panggung, padahal aku udah dateng awal-awal.
“sejak kapan manajernya Jen Lohcin ganti?,” gumamku
Lagi sibuk-sibuknya mengamati, Anya menyodok sikutku
“ih apaan sih lo! Sakit tau!,”ucapku
“cowok itu bukannya….,”ucapan Anya menggantung. Dia menatap kearah panggung seolah nggak peduli sama lenganku yang sakit akibat sodokannya. Aku hanya mendengus sebal sambil mengusap lenganku yang disodoknya.
Anya menoleh kearahku.
“sori, tapi lo lihat nggak sih? Itukan cowok yang tadi,” kata Anya sambil menunjuk ke arah panggung
aku pun menatap kearah yang ditunjuk Anya.
“ cowok yang lagi sama Jen Lohcin maksud lo?,”
Anya mengangguk cepat.
aku mengamati sekali lagi cowok itu. Saat cowok itu berjalan ke ujung depan panggung. Terlihatlah jelas siapa cowok itu.
“lah itu bukannya cowok tadi??,” ujarku tak percaya. Aku dan Anya saling pandang tak percaya.


Jumat, 22 Juni 2018

SHARING ASIK


BIARPUN INTROVERT AKU TETEP BISA EKSIS 

Hai sobat Izone..
Kali ini karena aku lagi boring banget,.. aku sekarang mau bagi-bagi tips nih buat kamu yang introvert kaya aku. Mungkin beberapa dari kalian butuh solusi dari masalah pribadi kalian yang over introvert kelewatan yang super malu dan nggak pede sama kemampuan diri. Tenang aja bagi kalian yang pengen berkarya dan dikenal masyarakat tapi super nggak pede, kali ini aku bakal bagi-bagi gimana caranya kamu tetap bisa jadi orang hebat yang layak dikenal masyarakat luas.
Semua orang pasti punya bakat. Kamu juga pasti punya. Bakat bisa menjadi keahlian yang hebat kalau kamu rajin mengasahnya dan mengembangkannya. Kamu udah dikasih potensi sama Allah untuk menjadi hebat dalam suatu hal. Kamu harus tahu itu. Jangan sampai bakat yang kamu punya terpendam hanya karena kamu nggak pernah menyadarinya. So, disini langkah awalnya. Kamu harus tahu apa bakat kamu. Buat kamu yang masih bingung apa bakatnya kamu bisa mulai memikirkannya dengan tahapan ini:
1.      Pikirin kegiatan apa yang kamu suka lakuin yang itu produktif banget sekaligus positif. Artinya halal dilakuin. Dan kamu hampir nggak pernah bosen ngejalaninnya.
2.      Coba sering-sering ngelakuin hal itu. Apakah kamu bener-benerr hepi dan mendapatkan pujian dari orang-orang disekitarmu??
Mungkin cukup dua itu cara menemukan bakat dlam diri kamu. Btw.. bakat bukan hal remeh seperti membersihkan kamar, mencuci piring, and the others like that. But, bisa berupa misalnya jago nyetir mobil model apapun. Kan bisa aja ternyata kamu bakat jadi pembalap mobil JP. Yakan..?
Pokoknya guys biar kamu bisa eksis, kamu harus punya sesuatu yang lebih dari orang lain. Dan itu kamu udah punya basicnya berupa bakat yang melekat pada dirimu. Kamu harus bisa mengasah dan mengembangkannya agar nyata-nyata terlihat hebat. Ingat! Kamu nggak ada artinya dimata teman-teman sekitarmu kalau kamu nggak punya skill yang kamu banget.
Nah masalahnya sekarang, saat kamu udah punya skill yang wow tapi kamu masih malu dan nggak pede memperlihatkannya kepada orang lain. Menurut pengalaman pribadi aku yang introvert juga, aku tuh nggak pede nunjukin apa yang aku bisa karena kurang ada dorongan. Iya… kalo kita nunjukinnya bukan karena hal apa-apa kan kesannya pamer gitu.. juga kadang kadang aku juga mikir “ ah biar orang lain aja,.. kan juga ada yang bisa si dia tuh”. Well siapa yang pernah mengalami hal yang sama?
Kalau begitu terus sampai kapan pun kita nggak bakalan bisa eksis.
Nah makanya… solusinya kamu harus mendatangi tempat atau komunitas yang isinya orang-orang yang punya skill diatas kamu. Kamu merendah dulu. Modus operandinya kamu pengen belajar. Nanti pada proses belajarkan gampang, kamu udah bisa jadi cepet meningkat. Nanti pasti senior kamu bisa liat skill kamu dan mempertimbangin kamu untuk diikutkan acara show gitu atau buat project apa gitu. Nah itu bisa jadi tahapan awal kamu untuk eksis…
Silahkan di coba… kalau kamu sungguh-sungguh aku yakin kamu berhasil
Udah dulu ya sobat.. selamat mencoba.. good luck

Kamis, 21 Juni 2018

CerBung 1#1


 Mengejar Idola

“Apa!? Actor Jen mau roadshow di Surabaya kata lo?,” Aku berseru histeris.
“Iya! Dan lo nggak usah heboh kayak gitu!,” kata Anya sahabatku yang baru saja datang dengan membawa info tersebut. Dia terlihat bĂȘte banget karena aku over histeris.
“Gila lo! Yang bener aja!,” seruku masih tak percaya seraya menarik narik lengan Anya
“Ih apaan sih lo!,” Anya menepis tangan ku.
“Lo jangan bercanda!,” desakku meminta kepastian atas info yang sangat mengejutkan itu.
“Gue nggak bercanda, gue serius! Lihat nih!,”  Anya merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah poster yang sudah lecek karena dilipat paksa.
Aku cepat merebut poster itu dan melihatnya. Terlihat foto actor yang sangat aku idolakan setahun terakhir dengan ukuran super besar di kertas poster itu. Namanya Jen Lohcin. Actor baru yang lagi naik panggung lantaran rekornya memainkan sebanyak 7 film sekaligus dalam 9 bulan terakhir. Dan aktingnya bukan main, professional banget!!. Dan yang lebih penting bagiku actor itu super guanteng banget bo…aku nggak bakalan bosan memandangi wajahnya tiap hari bahkan tiap menit, meski yaaah.. Cuma via layar Handphone di akun Instagramnya dia..…
“Gila!! Ini benerran? Tapi kenapa nggak ada kabarnya di sosmednya bang jen?,”
“Ih jijik gue denger lo pake bang begitu,”
Aku masih menatap poster itu setengah percaya.
“Roadshownya emang belum di umumin di medsosnya  dia, tapi udah ada posternya dimana-mana sekitar Surabaya sini. Gue sengaja cabut salah satu di deket kafe depan rumah gue,” jelas Anya santai sambil tidur-tiduran di kasur.
Demi mendengar itu aku bangkit berdiri diatas kasur dan meloncat-loncat kegirangan…
“Bang Jen kesayangan gue…. I'm coming!,” Seruku bersemngat.

Ini kabar hebat banget. Aku sudah dua tahun menunggu kapan actor kesayangan aku itu nongol di kotaku, Surabaya. Ini kesempatan ku buat ketemu sama idola kesayangan ku itu. Aku selalu nonton tiap film barunya. Tidak pernah telat. Selalu pas tayangan pertama. Tapi aku nggak pernah bisa ikut acara roadshownya yang selalu ada di kota-kota besar lainnya. Hal itu bukan karena aku nggak mampu buat pergi, tapi karena orangtuaku melarang keras anak-anaknya buat dateng acara begituan. Alasan yang selalu mereka katakan adalah itu acara remeh yang nggak penting. Tapi aku tahu, bukan itu alasan utamanya. Mereka nggak rela kalo anaknya nggak mengidolakan mereka. Terbaca tiap kali aku menrengek minta diizinin pergi ikut roadshow idolaku mereka selalu ceramah panjang lebar tentang keharusan mengidolakan orang tua yang sejak aku kecil dididiknya. Ih… panas telinga gue ndengernya!!
“Anya, lo harus temenin gue ke acara roadshow itu!,” pintaku agak agak maksa. Anya pura-pura tidak mendengar dan malah asyik memainkan HP.
“Anya! Lo denger gue kan?,” seruku tak sabaran
“ Iye iye… gue denger..gue temenin lo. Gue bakal jagain lo biar gak malu-maluin disana,” ucapnya santai
“eh sembarangan lo! Gue nggak malu-maluin kali!,” sahutku sebal
“ ya siapa tau lo saking histerisnya ngelakuin hal aneh yang bikin lo malu sendiri,”
“terserah lo deh! Yang penting gue bentar lagi bakalan bisa ketemu sama bang Jen gue..”
Anya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan ku barusan.

Program Menulis Setiap Hari

#1 GATAL Mengantuk dan kecapekan adalah kebiasaanku. Padahal aku tahu dan menyadari kalau sebenarnya pekerjaanku itu tidak banyak ...