HAI SOBAT IZONE…
Udah lama nih, aku nggak posting
apa-apa di blog baru ini. Setelah kosong karena berita duka beberapa hari lalu.Sseorang
tokoh pejuang khilafah mantan rocker, ust. Hari Mukti telah dipanggil oleh-Nya.
Semoga kita bisa meneruskan perjuangannya dengan baik.
Nah aku sekarang mau posting
sesuatu lagi.
Aku mau bahas tentang bully di
medsos atau persekusi ataupun hatespeech, ya pokoknya yang begitulah maknanya.
Sekarang ini banyak sekali terjadi persekusi di medsos. Netizen-netizen semakin liar dalam mengungkapkan kebenciannya kepada seseorang melalui akun medsosnya. Semakin kasar bahasanya dan semakin menyakitkan untuk diterima. Aku pernah baca hatespeechnya haters orang aku follow di instagram. Itu benar-benar kasar dan menyakitkan untuk dibaca. Padahal aku bukan targetnya langsung.
Sekarang ini banyak sekali terjadi persekusi di medsos. Netizen-netizen semakin liar dalam mengungkapkan kebenciannya kepada seseorang melalui akun medsosnya. Semakin kasar bahasanya dan semakin menyakitkan untuk diterima. Aku pernah baca hatespeechnya haters orang aku follow di instagram. Itu benar-benar kasar dan menyakitkan untuk dibaca. Padahal aku bukan targetnya langsung.
Mungkin ada dari kalian yang baca
ini pernah mengalaminya atau bahkan sering. Responnya pasti beda-beda juga. Tergantung
emosi masing-masing. Ada yang easy going, ada juga yang gampang darting. Ada yang
kreatif dalam menghadapinya ada juga yang malah down dan menutup diri. Tapi kalian harus tahu kalau kita itu memang bebas
dalam menyuarakan apapun. Selama itu baik tentunya. Jangan takut untuk terus
bertahan dan coba untuk merespon dengan baik. Atau kalau mau yang lebih
sensasional, kalian harus berusaha gimana caranya haters kalian itu berrbalik
menjadi fans nomer satu kalian. Bukan nggak mungkin kan?!
Dunia yang kita jalani ini
ada dua segi. Maya dan nyata. Pasti kalian
punya akun medsos dan pasti pernah bersosialisasi melalui dunia maya. Jaman sekarang
aktivitas remaja lebih banyak di dunia maya. Terbukti karena tidak pernah lepas
dari gadjet masing masing. Nah, sebelum kita menjalani sesuatu kita harus tahu
resiko dan tujuannya. Kalian pasti punya tujuan pribadi masing-masing ketika
aktif di medsos. Baik itu tujuan remeh maupun tujuan penting. Ada yang
berselancar di medsos dengan tujuan bisnis, dakwah, berbagi ilmu, berbagi
pengalaman, mencari kenalan baru, mencari popularitas, atau masih banyak lagi
tujuan lainnya.
Selain tujuan, kita juga harus
tahu resikonya. Kalian tahu yang
bersuara di dunia social media pasti banyak kan. Coba lihat follower kamu,
teman-teman kamu. Banyak kan..?!. beda orang pasti beda isi kepalanya. Disamping
ada yang suka sama kalian, pasti ada yang membenci. Itu sudah takdir alam,
bahwa semua hal pasti ada kebalikannya. Kalian harus siap memiliki haters yang
pedas kritikannya, ketika kalian memutuskan untuk menjadi public figure yang
menyuarakan sasuatu. Karena memang itulah resikonya. Setiap orang disini beabas
menyuarakan isi otaknya. Dan sangat nggak mungkin isi semua orang itu sama,
semua mendukung kalian dan setuju sama kalian
Persoalan bully di medsos itu
sebenarnya sederhana menurut aku. Sama kayak dunia nyata, diantara banyak orang
yang kamu kenal, pasti ada yang nggak suka sama kamu kan. Nggak ada yang nggak
punya musuh didunia ini. Rosulullah aja yang baik hatinya super tinggi punya
musuh, apalagi kita yang masih sering seenaknya bersikap kepada orang lain. So,
santai aja kalau punya haters. Tanggapi dengan baik. Ingat! Jangan pernah
sengaja untuk mencari musuh. Jadi kalau punya musuh sikapin dengan baik dan
berusahalah agar mereka berbalik mendukung kamu.
Yang menjadi masalah adalah
ketika bully ini disertai pencemaran nama baik berupa membuka aib. Apalagi kalau
disertai fitnah. Itu masalah besar!. Haters yang seperti itu layak mendapatakan
suatu hukuman. Semua orang memang bebas untuk membenci siapapun, tapi tidak
boleh mencemarkan siapapun dangan membuka aibnya. Terlebih kalau itu fitnah.
Jaman sekarang orang-orang suka
seenaknya dalam berkata-kata. Perkataan-perkataan
jahat mudah sekali disampaikan untuk mengungkapkan kebencian. Tak hanya
kata-kata kasar, tapi juga gossip-gosip yang berisi fitnah mudah mereka
sebarkan untuk menjatuhkan seseorang yang benci. Ini yang meresahkan!. Harusnya
semua orang itu bisa bersikap professional dalam masalah pandangan pribadi. Kebencian
tidak boleh diungkapkan berlebihan yang menimbulkan masalah yang fatal.
Ingatlah hukum alam, bahwa segala
sesuatu berlaku kebalikan dan apa yang terjadi bisa berbalik. Kalau kita membenci
seseorang dengan melakukan sikap yang salah dan cenderung mencemarkan nama
orang yang kita benci, bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita mendapakan hal
yang sama atau mendapatkan balasannya. Jadi jangan sembarangan bersikap walau
itu hanya di dunia maya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar