Kamis, 18 Juli 2019

Program Menulis Setiap Hari

#1

GATAL


Mengantuk dan kecapekan adalah kebiasaanku. Padahal aku tahu dan menyadari kalau sebenarnya pekerjaanku itu tidak banyak dan tidak seharusnya menyebabkan kantuk maupun lelah. Tapi entahlah, mungkin mataku memang begini. Kurasa setiap saat kelopak mataku selalu ingin bergandengan erat bak ada magnetnya seperti pintu kulkas.
Seperti malam ini. Tidak, ini belum malam. Sekarang baru pukul 20.30. Kelopak mataku kembali meronta ingin mengatup. Padahal aku sedang belajar untuk ujian akhir semester. Tahu tidak? Kalau aku tidak naik kelas semester ini, riwayatku tamat.

Aku pun menyerah dan ingin segerra tidur saja. Kurapikan semua bukuku dan kusiapkan kasurku senyaman mungkin. Tak butuh waktu lama, aku terlelap. Sial, betapa mudahnya aku tidur ditengah kecemasan detik2 menuju uian akhir. Ya sudahlah.

Tiba-tiba kelopak mataku terbuka lebar atas perintah otak yang menerima  informasi suara pergerakan aneh dari telinga. Aku terkejut melihat seekor tikus besar yang sedang mendekati karung beras. Spontan kuusir tikus sialan itu. Sambil mengomel kesal aku pun bangun untuk memindahkan karung beras itu kedalam lemari. Benar saja, karung itu sudah berlubang sedikit. Sekali lagi, tikus sialan.

Setelah itu, aku pun bisa terlelap dengan nyaman lagi.

Tidak juga.

Pukul 12.00 mataku kembali terbuka lebar. Ada bagian badanku yang terasa gatal sekali dan mengganggu tidurku. Anehnya mataku pun sudah tidak mengantuk lagi. Aduh, padahal ini masih tengah malam. Aku pun keluar kamar untuk mengecek keadaan luar. Tak ada masalah apapun, aku pun kembali lagi ke kasur dan mengecek HP. Sesaat kemudian, tiba-tiba aku teringat kalau aku belum memasukkan lauk yang masih sisa tadi kedalam kulkas. Secepat mungkin aku bangkit dan mengambil lauk itu di meja makan dan kumasukkan kedalam kulkas.

Beruntungnya, lauk itu tidak jadi basi karena aku tidak terlalu terlambat memasukkannya.

Ternyata itulah arti dari bangun tengah malamku ini.
Cerita ini memang terdengar sangat sepele. Namun Sobat, ini adalah termasuk pelajaran yang sangat penting sekali. Memang tampak sepele, tapi jika kamu memaknainya dengan benar, kamu akan mendapatkan pelajaran yang  amat berharga.

Setiap hari kita bangun. Jika dihitung-hitung, berapa kali kira-kira kamu bangun semasa umurmu ini? Jika kamu berumur 20 tahun, kamu telah bangun setidaknya lima belas ribu kali lebih. Terlepas dari umur bayi hingga anak-anak, setiap kali kamu bangun, kamu pasti bergegas untuk melakukan tugas-tugasmu dan melakukan hal-hal yang menurutmu penting, menyenangkan dan ingin kamu lakukan.

Itu adalah fenomena umum  setiap kali kita bangun. Namun sedikit sekali orang yang sadar bahwa sebenarnya selama ini kita melewatkan tugas saat kita pertama kali bangun. Kapan kali pertama kita bangun? Tentu saja saat baru dilahirkan dulu. Saat pertama kali kelopak mata sedikit terbuka walau tak nampak apapun, saat oksigen pertama kali kita hirup, saat suara kita pertama 
kali terdengar di suatu bagian dunia.

Saat itu kita tentu tidak menyadari akan tugasnya. Sebab masih lemah otak dan lemah fisik. Namun sekarang, lihatlah! Badanmu telah tumbuh besar, panca inderamu semua berfungsi dengan baik, dan tentu saja, otakmu sudah bisa bekerja untuk berfikir dengan baik.

Saat inilah kita harus mengingat lagi mengenai tugas pertama saat kita pertama kali bangun di bumi. Sebab ini sangatlah penting. Tugas itu merupakan alasan kita hidup di dunia ini. Ya, untuk tugas itulah kita ada. Namun bahkan sekarang kita sama sekali tidak mengingatnya dan juga tidak peduli dengannya. Wahai, padahal inilah hal besar yang harus kita penuhi.

Sekali lagi,

Sebab, karena tugas itulah kita bangun di dunia ini.
Ada suatu ayat dalam Al-Qur’an, kitab suci satu-satunya yang dijamin kebenarannya yang menceritakan apa yg terjadi saat kita belum bangun ke dunia ini. Berikut terjemahan ayatnya :
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami) kami bersaksi,”……….” [Al-A’raf : 72]
Jadi sobat, saat kita masih berwujud roh, kita telah bersaksi bahwa Allah adalah tuhan kita. Allah memegang semua kesaksian kita, dan tentu saja menunggu kita untuk membuktikan kesaksian itu setelah bangun di dunia.

Entah banyak hal apa yang kita kejar untuk kita penuhi di dunia ini. Namun tugas untuk membuktikan kesaksian inilah yang sebenarnya diminta oleh oleh pencipta kita. Adakah kita memikirkannya? Atau, sudahkah kita membuktikannya.

Mari kita ingat lagi alasan kita bangun pertama kali ini. Fokuslah memenuhi tugas ini sebab inilah alasan kita ada di dunia


Best Regards,
Lee Aul

Program Menulis Setiap Hari

#1 GATAL Mengantuk dan kecapekan adalah kebiasaanku. Padahal aku tahu dan menyadari kalau sebenarnya pekerjaanku itu tidak banyak ...