GAGAL SBMPTN 2018
Kamu nggak lolos SBMPTN? Sedih banget pastinya ya… kecewa
kan rasanya..kesel juga kan sama orang lain yang dengan mudahnya lolos,-orang
yang usahanya nggak sekeras kita-. Aku tahu kalian ngerasa begitu karena……
Ya…Aku juga sama. Aku juga nggak lolos..!!! Hiks Hiks.
Aku emang nggak nangis setelah tahu hasilnya. Aku berusaha
tegar dengan menyemangati teman-temanku yang juga nggak lolos. Tapi setelah
itu, saat aku berpikir lagi tentang plan B, aku nggak kuat. Air mata keluar,
dan hati serasa perih. (Ih alay yah? Tapi emang kenyataan loh. Hiks). Kecewa
karena seakan usaha yang telah dilakukan selama ini sia-sia. Tak menghasilkan
apapun. Seakan perjuangan tak terbalaskan sedikitpun. Aku tahu kalian pasti
merasakan hal yang sama jika ceritanya juga sama denganku.
Belum lagi, sekarang nggak ada yang memotivasi aku. Semuanya
hanya kata-kata semangat. Tapi sama sekali nggak berbekas di hati. Orang tua?.
Orang tuaku yang satu menyalahkan usaha ku masih cetek dan terkesan mengecewakan
dia. Dia nggak peduli kalau aku sudah merasa berat menjalani perjuangan ini.
Bagiku, dia selalu menyamakan aku dengan dirinya. Padahal ujian orang itu
beda-beda sekalipun itu antara orang tua dan anaknya. Jamannya aja udah beda.
HUUh..Dan orang tuaku yang satunya lagi sibuk kerja dan tidak memotivasi
apapun. Bahkan nih ya, aku sendiri nggak pernah bisa membayangkan orang tuaku
memotivasiku dan membantuku mencari solusi dengan baik. Kalaupun mereka
membantu mencarikan solusi, mereka cenderung memaksa daripada menjadi
“konsultan” yang baik. Rasanya sediih banget.
Aku juga merasa nggak ada apapun yang bisa mengobati sakit
hati kecewa ini. Memang berlebihan. Tapi yah memang itu adanya. Bagi yang senasib dengan aku bisa komen
yah…..HIks.
Jadi begini sobat, mulanya aku nggak punya cita-cita pasti.
Aku selalu ikut arus. Apa yang kubaca itu yang aku inginkan. Apa yang aku
tonton, itu yang aku impikan untuk menjadi seperti tokoh utamanya. Parahnya
pernah waktu itu aku nggak pengen berusaha menjadi apapun. Istilahnya mungkin
zona nyaman gitu. Saat itu hidup aku kayak nggak ada artinya. Nggak ada
semangat-semangat berkarya gitu. Sampai akhirnya aku mikir, kalau aku begini
terus, yang rugi juga aku sendiri. Aku bakalan tertingal jauh sama teman-temanku. Selain itu aku juga nggak akan
bisa berkembang dan punya masa depan yang indah. Apalagi nih ya, masa orang
tuaku kayak ngancem bakal nikahin aku. Ih aku nggak mau nikah di umur semuda
ini. Gila!. Jadi yah itu semacam cambukan, aku harus merancang masa depan. Dan
aku harus berhasil.
Ternyata
menentukan masa depan tidak semudah yang ku bayangkan. Menentukannya aja nggak
mudah, apalagi memperjuangkannya. Aku bingung setengah mati menentukan
cita-cita. Aku mulai bertanya-tanya sama diriku sendiri apa yang aku sukai,
bidang apa yang aku minati, dan siapa idolaku. Ini tips teman-teman, kalau kamu
masih bingung dengan cita-cita kamu, kamu bisa mencari sosok idola. Kalau sudah
punya,.kamu tinggal meneladani prestasi-prestasi idolamu. Misalnya kamu
mengidolakan seorang aktor atau aktris (kaya yang di cerbung, rubrik sebelah.
Hehehe). Bukan tidak mungkin kamu suka dengan dunia perfilman. Kamu bisa
bercita-cita untuk menjai aktor sehebat idolamu. Ya kan? Atau kamu mengidolakan
seorang penulis, berarti kamu ada minat ke dunia sastra. Dari situ kamu bisa
menentukan cita-citamu.
Setelah berpikir
panjang. Aku akhirnya tahu apa yang aku minati. Setahun lebih lo berpikirnya.
Aku tahu aku minat pada bidang karya sastra. Aku suka menulis, aku suka
mempelajari pembuatan film, yang merupakan sastra berupa drama. Seandainya aku
mahir membuat video, aku juga bakalan bisa buat film kartun sederhana..
So teman-teman,..
inilah cita-citaku:
1. Dosen, karena ilmuku harus jadi manfaat bagi orang lain. Jadi hasil belajarku selama ini akan aku tebarkan dengan menjadi dosen.
1. Dosen, karena ilmuku harus jadi manfaat bagi orang lain. Jadi hasil belajarku selama ini akan aku tebarkan dengan menjadi dosen.
2. Penulis,
karena dengan menulis aku bisa menyalurkan apa yang ada di kepalaku sekaligus
bisa mempengaruhi orang jika skil menulisku sudah tinggi
3. Pendiri
stasiun TV baru yang eksis pd masanya. Sudah kubilangkan, aku suka dunia karya
sastra, termasuk perfilman, jurnalistik, musik, dll.
Dan aku sudah
memutuskan skill apa yang harus aku punya yaitu
1. Bicara billingual, arab-inggris.
2 2. Main alat musik.
3 3. Desain grafis
Nah itu
teman-teman,.. doakan yah.. agar suatu saat nanti aku bisa meraih semuanya.
Sekarang giliran
kalian yang merancang masa depan. Walaupun aku dan kalian nggak
lolos SBMPTN kita tetap bisa sukses, asalkan kita punya cita-cita besar. Karena
jalan mencapai cita-cita itu banyak dan nggak terbatas( kecuali kalau mati),
sedangkan jalan mencapai universitas yang diimpikan itu terbatas. Kita masih
bisa memperjuangkan cita-cita besar kita, sekalipun kita tidak lolos SBMPTN
masuk ke kampus impian. Masih banyak cara lain.
So bagi teman-teman yang masih
down, bangkitlah sekarang. Buat plan B. sekarang waktunya kalian menuliskan
cita-cita besar kalian beserta motivasinya plus langkah-langkah mencapainya.
Good luck Eferibadeh!!!