Rabu, 04 Juli 2018

SURATKU (SUaRa ATiKU)

 GAGAL SBMPTN 2018



Kamu nggak lolos SBMPTN? Sedih banget pastinya ya… kecewa kan rasanya..kesel juga kan sama orang lain yang dengan mudahnya lolos,-orang yang usahanya nggak sekeras kita-. Aku tahu kalian ngerasa begitu karena……
Ya…Aku juga sama. Aku juga nggak lolos..!!! Hiks Hiks.

Aku emang nggak nangis setelah tahu hasilnya. Aku berusaha tegar dengan menyemangati teman-temanku yang juga nggak lolos. Tapi setelah itu, saat aku berpikir lagi tentang plan B, aku nggak kuat. Air mata keluar, dan hati serasa perih. (Ih alay yah? Tapi emang kenyataan loh. Hiks). Kecewa karena seakan usaha yang telah dilakukan selama ini sia-sia. Tak menghasilkan apapun. Seakan perjuangan tak terbalaskan sedikitpun. Aku tahu kalian pasti merasakan hal yang sama jika ceritanya juga sama denganku.

Belum lagi, sekarang nggak ada yang memotivasi aku. Semuanya hanya kata-kata semangat. Tapi sama sekali nggak berbekas di hati. Orang tua?. Orang tuaku yang satu menyalahkan usaha ku masih cetek dan terkesan mengecewakan dia. Dia nggak peduli kalau aku sudah merasa berat menjalani perjuangan ini. Bagiku, dia selalu menyamakan aku dengan dirinya. Padahal ujian orang itu beda-beda sekalipun itu antara orang tua dan anaknya. Jamannya aja udah beda. HUUh..Dan orang tuaku yang satunya lagi sibuk kerja dan tidak memotivasi apapun. Bahkan nih ya, aku sendiri nggak pernah bisa membayangkan orang tuaku memotivasiku dan membantuku mencari solusi dengan baik. Kalaupun mereka membantu mencarikan solusi, mereka cenderung memaksa daripada menjadi “konsultan” yang baik. Rasanya sediih banget.

Aku juga merasa nggak ada apapun yang bisa mengobati sakit hati kecewa ini. Memang berlebihan. Tapi yah memang itu adanya.  Bagi yang senasib dengan aku bisa komen yah…..HIks.

Jadi begini sobat, mulanya aku nggak punya cita-cita pasti. Aku selalu ikut arus. Apa yang kubaca itu yang aku inginkan. Apa yang aku tonton, itu yang aku impikan untuk menjadi seperti tokoh utamanya. Parahnya pernah waktu itu aku nggak pengen berusaha menjadi apapun. Istilahnya mungkin zona nyaman gitu. Saat itu hidup aku kayak nggak ada artinya. Nggak ada semangat-semangat berkarya gitu. Sampai akhirnya aku mikir, kalau aku begini terus, yang rugi juga aku sendiri. Aku bakalan tertingal jauh sama teman-temanku. Selain itu aku juga nggak akan bisa berkembang dan punya masa depan yang indah. Apalagi nih ya, masa orang tuaku kayak ngancem bakal nikahin aku. Ih aku nggak mau nikah di umur semuda ini. Gila!. Jadi yah itu semacam cambukan, aku harus merancang masa depan. Dan aku harus berhasil.

Ternyata menentukan masa depan tidak semudah yang ku bayangkan. Menentukannya aja nggak mudah, apalagi memperjuangkannya. Aku bingung setengah mati menentukan cita-cita. Aku mulai bertanya-tanya sama diriku sendiri apa yang aku sukai, bidang apa yang aku minati, dan siapa idolaku. Ini tips teman-teman, kalau kamu masih bingung dengan cita-cita kamu, kamu bisa mencari sosok idola. Kalau sudah punya,.kamu tinggal meneladani prestasi-prestasi idolamu. Misalnya kamu mengidolakan seorang aktor atau aktris (kaya yang di cerbung, rubrik sebelah. Hehehe). Bukan tidak mungkin kamu suka dengan dunia perfilman. Kamu bisa bercita-cita untuk menjai aktor sehebat idolamu. Ya kan? Atau kamu mengidolakan seorang penulis, berarti kamu ada minat ke dunia sastra. Dari situ kamu bisa menentukan cita-citamu.

Setelah berpikir panjang. Aku akhirnya tahu apa yang aku minati. Setahun lebih lo berpikirnya. Aku tahu aku minat pada bidang karya sastra. Aku suka menulis, aku suka mempelajari pembuatan film, yang merupakan sastra berupa drama. Seandainya aku mahir membuat video, aku juga bakalan bisa buat film kartun sederhana..

So teman-teman,.. inilah cita-citaku:
1. Dosen, karena ilmuku harus jadi manfaat bagi orang lain. Jadi hasil belajarku selama ini akan aku tebarkan dengan menjadi dosen.
2. Penulis, karena dengan menulis aku bisa menyalurkan apa yang ada di kepalaku sekaligus bisa mempengaruhi orang jika skil menulisku sudah tinggi
3. Pendiri stasiun TV baru yang eksis pd masanya. Sudah kubilangkan, aku suka dunia karya sastra, termasuk perfilman, jurnalistik, musik, dll.
Dan aku sudah memutuskan skill apa yang harus aku punya yaitu
1.   Bicara billingual, arab-inggris.

2    2.   Main alat musik.
3    3.   Desain grafis
Nah itu teman-teman,.. doakan yah.. agar suatu saat nanti aku bisa meraih semuanya.

Sekarang giliran kalian yang merancang masa depan. Walaupun aku dan kalian nggak lolos SBMPTN kita tetap bisa sukses, asalkan kita punya cita-cita besar. Karena jalan mencapai cita-cita itu banyak dan nggak terbatas( kecuali kalau mati), sedangkan jalan mencapai universitas yang diimpikan itu terbatas. Kita masih bisa memperjuangkan cita-cita besar kita, sekalipun kita tidak lolos SBMPTN masuk ke kampus impian. Masih banyak cara lain. 

So bagi teman-teman yang masih down, bangkitlah sekarang. Buat plan B. sekarang waktunya kalian menuliskan cita-cita besar kalian beserta motivasinya plus langkah-langkah mencapainya.
Good luck Eferibadeh!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Program Menulis Setiap Hari

#1 GATAL Mengantuk dan kecapekan adalah kebiasaanku. Padahal aku tahu dan menyadari kalau sebenarnya pekerjaanku itu tidak banyak ...