“Apa!? Actor Jen mau roadshow di Surabaya kata lo?,” Aku
berseru histeris.
“Iya! Dan lo nggak usah heboh kayak gitu!,” kata Anya
sahabatku yang baru saja datang dengan membawa info tersebut. Dia terlihat bête
banget karena aku over histeris.
“Gila lo! Yang bener aja!,” seruku masih tak percaya seraya
menarik narik lengan Anya
“Ih apaan sih lo!,” Anya menepis tangan ku.
“Lo jangan bercanda!,” desakku meminta kepastian atas info
yang sangat mengejutkan itu.
“Gue nggak bercanda, gue serius! Lihat nih!,” Anya merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan
sebuah poster yang sudah lecek karena dilipat paksa.
Aku cepat merebut poster itu dan melihatnya. Terlihat foto actor
yang sangat aku idolakan setahun terakhir dengan ukuran super besar di kertas
poster itu. Namanya Jen Lohcin. Actor baru yang lagi naik panggung lantaran rekornya
memainkan sebanyak 7 film sekaligus dalam 9 bulan terakhir. Dan aktingnya bukan
main, professional banget!!. Dan yang lebih penting bagiku actor itu super
guanteng banget bo…aku nggak bakalan bosan memandangi wajahnya tiap hari bahkan
tiap menit, meski yaaah.. Cuma via layar Handphone di akun Instagramnya dia..…
“Gila!! Ini benerran? Tapi kenapa nggak ada kabarnya di
sosmednya bang jen?,”
“Ih jijik gue denger lo pake bang begitu,”
Aku masih menatap poster itu setengah percaya.
“Roadshownya emang belum di umumin di medsosnya dia, tapi udah ada posternya dimana-mana
sekitar Surabaya sini. Gue sengaja cabut salah satu di deket kafe depan rumah
gue,” jelas Anya santai sambil tidur-tiduran di kasur.
Demi mendengar itu aku bangkit berdiri diatas kasur dan
meloncat-loncat kegirangan…
“Bang Jen kesayangan gue…. I'm coming!,” Seruku bersemngat.
Ini kabar hebat banget. Aku sudah dua tahun menunggu kapan actor kesayangan aku itu nongol di kotaku, Surabaya. Ini kesempatan ku buat ketemu sama idola kesayangan ku itu. Aku selalu nonton tiap film barunya. Tidak pernah telat. Selalu pas tayangan pertama. Tapi aku nggak pernah bisa ikut acara roadshownya yang selalu ada di kota-kota besar lainnya. Hal itu bukan karena aku nggak mampu buat pergi, tapi karena orangtuaku melarang keras anak-anaknya buat dateng acara begituan. Alasan yang selalu mereka katakan adalah itu acara remeh yang nggak penting. Tapi aku tahu, bukan itu alasan utamanya. Mereka nggak rela kalo anaknya nggak mengidolakan mereka. Terbaca tiap kali aku menrengek minta diizinin pergi ikut roadshow idolaku mereka selalu ceramah panjang lebar tentang keharusan mengidolakan orang tua yang sejak aku kecil dididiknya. Ih… panas telinga gue ndengernya!!
“Anya, lo harus temenin gue ke acara roadshow itu!,” pintaku
agak agak maksa. Anya pura-pura tidak mendengar dan malah asyik memainkan HP.
“Anya! Lo denger gue kan?,” seruku tak sabaran
“ Iye iye… gue denger..gue temenin lo. Gue bakal jagain lo
biar gak malu-maluin disana,” ucapnya santai
“eh sembarangan lo! Gue nggak malu-maluin kali!,” sahutku
sebal
“ ya siapa tau lo saking histerisnya ngelakuin hal aneh yang
bikin lo malu sendiri,”
“terserah lo deh! Yang penting gue bentar lagi bakalan bisa
ketemu sama bang Jen gue..”
Anya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan ku
barusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar